KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
GURU MENJELEK-JELEKKAN GURU LAIN DI HADAPAN MURID-MURIDNYA
Dari Ibu Zahra. Asalamualaikum ustad, saya mau tanya apa hukum guru yang menjelek-jelekan guru dari kelas lain dan membuka aib guru dari kelas lain itu.
Jawaban: Sikap menjelek-jelekan sesame saudara muslim, meskipun dalam perkara yang dinggap sederhana, sama artinya menyamai benih pertikaian sesama muslim. Perlahan namun pasti, ia menjadi boomerang baginya dan dapat berubah menjadi pertikaian besar dan berkepanjangan. Jika sudah demikian adanya, maka jangan harapkan terjadi ukhuwah islamiyah dengan baik.
Rasulullah mengingatkan bahwa orang yang beriman adalah yang senantiasa menjaga perkataannya dari mengucapkan sesuatu yang sia-sia, yaitu dengan selalu memilih antara berkata baik atau diam. Rasululla bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah berkata baik atau diam.” (HR. Muslim)
Adapun yang anda lakukan dalam menghadapi permasalahan ini adalah;
Pertama; Hendaknya dia bersabar atas perlakuan tersebut dan berusaha memaafkannya
Hal itu akan menyebabkan hatinya selamat dari berbagai kedengkian dan kebencian kepada saudara muslim terutama sesama guru yang berada di satu sekolahan, serta hatinya akan terbebas dari keinginan untuk melakukan balas dendam dan berbuat jahat kepadanya. Sehingga dia juga bisa memperoleh banyak manfaat dengan memaafkan saudara muslim, baik manfaat itu dirasakan sekarang atau nanti.
Manfaat di atas tentu tidak sebanding dengan apa yang dirasakan ketika dia melakukan pembalasan atau dendam kepadanya apalagi di lingkungan sekolah yang kalaulah seandainya terjadi cekcok atau pertengkaran maka bisa disaksikan oleh siswa dan siswa serta guru yang lain, tentu hal ini sangat tidak baik. Oleh karenanya, dengan perbuatan memafkan dan tidak dendam, dia akan mendapatkan apa yang tercakup dalam firman Allah ,
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Orang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali-Imran: 134)
Dengan melaksanakan perbuatan di atas, dia pun menjadi pribadi yang bertakwa dan dicintai oleh Allah.
Kedua; Menasehati guru yang menjelek-jelekkan dan mengumbar aib tersebut. Ingatkan kepadanya bahwa menjelek-jelekkan dan mengumbar aib orang lain apalagi sesama guru yang berada di satu sekolahan adalah perbuatan yang dilarang oleh syariat Islam.
Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri (maksudnya, janganlah kamu mencela orang lain, pen.). Dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar (yang buruk). Seburuk-buruk panggilan ialah (penggilan) yang buruk (fasik) sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim” (QS. Al-Hujurat: 11).
Dari Ibnu Mas’ud, telah bersabda Rosulullah ,
لَيْسَ اْلمـُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَ لَا اللَّعَّانِ وَ لَا اْلفَاحِشِ وَ لَا اْلبَذِيِّ
“Bukanlah seorang mukmin orang yang suka mencela, orang yang gemar melaknat, orang yang suka berbuat/ berkata-kata keji dan orang yang berkata-kata kotor/jorok”. (HR at-Tirmidzi).
Dari Abu Barzah Al-Aslami dari Rasulullah beliau bersabda:
يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ اْلإِيْمَانُ قَلْبَهُ، لاَ تَغْتاَبوُا الـْمُسْلِمِيْنَ، وَلاَ تَتَّبِـعُوْا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَوْرَاتِهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ
“Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya dan iman itu belum masuk ke dalam hatinya. Janganlah kalian mengghibah kaum muslimin dan jangan mencari-cari atau mengintai aurat mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aurat aau aib kaum muslimin, Allah akan mencari-cari auratnya. Dan siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah , niscaya Allah akan membongkarnya di dalam rumahnya walaupun ia tersembunyi dari manusia.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Rasulullah juga bersabda:
لاَ يَسْتُرُ اللهُ عَلَى عَبْدٍ فِي الدُّنْيَا إِلاَّ سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya.” (HR. Muslim no. 6537). Wallahu a`lam