KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
AMALAN YANG DISYARIATKAN DI BULAN ROMADHON
Saudaraku..!! Berikut ini beberapa amalan yang ditegaskan pelaksanaannya pada bulan Romadhon:
Rosululloh bersabda: “Setiap amal anak Adam adalah miliknya, setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipatnya. Alloh berfirman, “Kecuali puasa, sebab puasa adalah milik-Ku dan Aku memberi balasan atas puasa tersebut. Ia meninggalkan syahwat, makanan, dan minumannya demi Aku. ‘Orang yang puasa mendapatkan dua kegembiraan; kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Robbnya. Dan bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi bagi Alloh dari aroma misik.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)
Rosululloh bersabda, “Barang siapa yang berpuasa pada bulan Romadhon karena iman dan mengaharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)
Puasa berarti menahan diri dari makanan dan minuman serta hal-hal yang membatalkan puasa serta tindakan haram, seperti berkata dusta, keji, menggunjing, atau mengadu domba.
Saudaraku, jangan anda menyamakan hari berpuasa dengan hari anda tidak berpuasa. Jangan sampai dari puasa Romadhon ini, anda hanya mendapatkan lapar dan dahaga belaka.
Rosululloh bersabda, “Barangsiapa mendirikan (sholat) malam pada bulan Romadhon karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)
Alloh berfirman, “Adapun hamba-hamba Robb yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang yang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “salam” dan orang-orang yang mengha-biskan waktu malam untuk beribadah kepada Robb mereka dengan bersujud dan berdiri.” (QS. al-Furqon [25]: 63-64)
Diriwayatkan dari Sa’i bin Yazid, ia berkata, “Dulunya ada seorang imam mem-baca ratusan ayat al-Qur’an, sampai kami harus bersandar dengan tongkat karena lamanya berdiri. Selain itu, orang-orang tidak keluar dari masjid, kecuali ketika fajar menyingsing.”
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas , ia berkata: “Nabi adalah manusia paling dermawan terhadap kebaikan. Dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Roma-dhon, ketika berjumpa dengan Jibril… Jika Jibril menemuinya, maka beliau lebih dermawan terhadap kebaikan daripada hembusan angin.” (HR. al-Bukhori)
Sedekah pada bulan Romadhon me-miliki keistimewaan sendiri, kerenanya ber-segeralah melakukannya. Ada beberapa bentuk sedekah pada bulan Romadhon:
Karenanya, para Salafush Sholih ge-mar memberi makan, baik dengan mem-beri makan kepada orang yang kelaparan maupun memberi makan kepada saudara Muslim yang sholih. Tidak ada syarat fakir miskin bagi orang yang diberi, makan. Di dalam hadits ‘Abdulloh bin Umar di-sebutkan, “Seseorang bertanya kepada Rosululloh , ‘Bagaimanakah (menjalan-kan) Islam yang baik? ‘Beliau menjawab, ‘Kalian memberi makan, dan mengucap-kan salam kepada orang yang kalian ke-nal dan yang tidak kalian kenal.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)
Imam asy-Syafi’i menuturkan, “Amalan yang lebih disukai bagi sese-orang adalah bertambah dermawan di bu-lan Romadhon karena meneladani Rosu-lulloh , membantu orang-orang untuk memenuhi kebutuhannya, dan karena ke-sibukan sebagian mereka dalam beriba-dah yang mengakibatkan mereka tidak bisa bekerja dengan maksimal.”
Romadhon adalah bulan al-Qur’an, maka seorang hamba Muslim memperba-nyak membaca al-Qur’an di bulan ini. Disebutkan bahwa karakter generasi salaf adalah sangat perhatian kepada al-Qur’an. Jibril menyimak bacaan al-Qur’an Rosululloh pada bulan Romadhon. ‘Utsman bin Affan mengkhatamkan bacaan al-Qur’an satu kali dalam sehari. Ada juga beberapa generasi salafus Sholih yang mengkhatamkan al-Qur’an dalam Qi-yamul lail (sholat malam) mereka dalam satu malam, ada juga yang menghatam-kannya dalam tiga malam, sebagian yang lain dalam tujuh malam, sebagian yang lain dalam sepuluh malam.
Ibnu Rojab mengatakan, “Adapun larangan untuk menghatamkan bacaan al-Qur’an dalam tiga hari adalah apabila di-lakukan secara berkelanjutan. Namun, apabila dilakukan dalan waktu-waktu uta-ma, seperti bulan Romadhon khususnya malam-malam yang diharapkan turunnya Lailatul Qodar, atau di tempat-tempat utama, seperti halnya Mekkah, bagi selain penduduknya, maka dianjurkan untuk memperbanyak membaca al-Qur’an, untuk memanfaatkan keutamaan yang dimiliki waktu dan tempat tersebut. Ini adalah pendapat Ahmad, Ishaq, dan imam-imam yang lain. Apa yang dilakukan ulama lain juga menunjukkan pendapat ini.”
Diriwayatkan dari Jabir bin Samuroh , ia berkata, “Bahwasanya setiap kali Nabi Muhammad selesai sholat fajar, beliau duduk di tempat sholatnya hingga matahari terbit dengan terang.” (HR. Muslim)
Diriwayatkan dari Anas bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Barang-siapa yang mendirikan sholat shubuh dengan berjamaah, kemudian tetap du-duk di tempat sholatnya hingga matahari terbit, lalu mendirikan sholat dua rokaat, maka ia mendapatkan pahala seperti pa-hala haji dan umroh.” Anas berkata, “Rosululloh melanjutkan, ‘(Pahala) yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. at-Tirmidzi)
Yang demikian itu apabila dilakukan pada hari-hari biasa, maka bagaimana ji-ka dilakukan pada bulan Romadhon?!
Diriwayatkan dari Abu Huroiroh , ia berkata: “Adalah Nabi beri’tikaf di setiap bulan Romadhon selama sepuluh hari. Dan pada tahun beliau wafat beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.” (HR. al-Bukhori)
I’tikaf adalah ibadah yang menghim-pun berbagai jenis ketaatan, yaitu mulai dari membaca al-Qur’an, sholat, dzikir, doa, dan lain sebagainya. I’tikaf yang pa-ling ditekankan adalah pada sepuluh hari terakhir bulan Romadhon, sebagai upaya menjumpai Lailatul Qodar. I’tikaf merupa-kan bentuk kholwat (menyepi) yang di-syariatkan. Seorang yang beri’tikaf telah ‘memasung’ dirinya untuk taat dan dzikir kepada Alloh . Ia telah memutus hu-bungan dari segala kesibukan duniawi, doa mengarahkan hati dan badannya ke-pada Robbnya. Tiada lagi tujuannya, ke-cuali Alloh dan ridho-Nya.
Ada banyak keutamaan dan pahala besar di dalam ibadah ini, Rosululloh bersabda, “Satu umroh hingga umroh berikutnya sebagai penghapus dosa di antara keduanya.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)
Pada bulan Romadhon, pahala dan keutamaan ini semakin berlipat ganda. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas , ia ber-kata, “Tatkala Nabi kembali dari haji, beliau bertanya kepada seorang perem-puan dari kalangan Anshor bernama Ummu Sinan, ‘Apa yang menghalangimu untuk melaksanakan haji bersama kami? ‘Ia menjawab, ‘Abu Fulan -suaminya-hanya memiliki dua onta, seekor ia guna-kan untuk menunaikan haji dan seekor lagi kami gunakan untuk menyirami tanah (kebun) kami.”. Beliau bersabda, ‘Sung-guh, umroh di bulan Romadhon setara dengan haji.’. Atau sabda beliau, “(Setara dengan) haji bersamaku.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)
Wahai Robb kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari api neraka. Ya Alloh, ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan segenap kaum Muslimin. Amiin
Sumber: Buletin As-Silmi Bogor
Artikel:
www.inilahfikih.com
Sponsored by:
www.toko.inilahfikih.com