KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
SYIRIK DAN BAHAYANYA
Syirik adalah dosa yang paling besar dan tidak terampuni kecuali dengan taubat kepada Alloh . Syirik adalah engkau menjadikan adanya sekutu bagi Alloh padahal Dia-lah yang telah mencipta-kanmu. Engkau beribadah kepada-Nya dan juga beribadah kepada selain-Nya, seperti beribadah (menyembah) kepada batu, manusia, matahari, bulan, nabi, syaikh, jin, bintang, malaikat, dan lain seba-gainya.
Secara bahasa, syirik artinya menyekutukan atau menjadikan sesuatu memiliki syarik (sekutu).
Sedangkan secara istilah, syirik artinya menyekutukan Alloh dengan sesuatu.
Syirik bisa terjadi dalam tiga hal:
Contoh syirik dalam rububiyah:
Contoh syirik dalam uluhiyah:
Contoh syirik dalam asma wa shifat:
Alloh berfirman: “Itulah petunjuk Alloh, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Sean-dainya mereka mempersekutukan Alloh, niscaya gugurlah amal-amal yang telah mereka kerjakan.” [QS. al-An’am (6): 88]
“Dan sesungguhnya telah diwahyu-kan kepadamu dan kepada nabi-nabi yang sebelummu. ‘Jika kamu memperse-kutukan Alloh, niscaya gugurlah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” [QS. az-Zumar (39): 65]
Alloh berfirman: “Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Alloh, maka sesungguhnya ia telah terse-sat sejauh-jauhnya.” [QS. an-Nisa’ (4): 116]
“Dan (ingatlah) ketika Luqman ber-kata kepada anaknya di waktu ia mem-beri pelajaran kepadanya: “Wahai anak-ku, janganlah kamu mempersekutukan Alloh (syirik), sesungguhnya syirik adalah kezhaliman yang besar.” [QS. Luqman (31): 13]
Alloh berfirman: “Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang di-kehendaki-Nya. Barangsiapa yang mem-persekutukan Alloh, maka sungguh ia te-lah berbuat dosa yang besar.” [QS. an-Nisa’ (4): 48]
Alloh berfirman: “Sesungguhnya o-rang-orang yang kafir, yaitu ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” [QS. al-Bayyinah (98): 6].
Rosululloh bersabda: “Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak menye-kutukan Alloh dengan sesuatu, niscaya a-kan masuk surga, dan barangsiapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Alloh dengan sesuatu, niscaya masuk neraka.” (HR. Muslim)
Rosululloh bersabda: “Aku diperin-tahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Alloh dan bahwa Muhammad adalah Rosululloh, serta menunaikan sholat dan membayar zakat. Jika mereka telah melakukannya maka terlindungilah darah dan harta me-reka kecuali dengan hak Islam.” (HR. Muslim)
Alloh berfirman: “…Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Alloh, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” [QS. al-Hajj (22): 31]
Alloh berfirman: “Sesungguhnya kekuasaan setan itu hanyalah atas orang-orang yang menjadikannya (setan terse-but) sebagai pemimpin dan mereka yang mempersekutukannya dengan Alloh.” [QS. an-Nahl (16): 100]
Alloh berfirman: “Dan (ingatlah), ketika Robbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Alloh mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah aku ini Robb kalian?’ Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Robb kami), kami men-jadi saksi’. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kalian tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Robb)’. Atau agar kalian tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya orang-orang tua kami telah memperse-kutukan Robb sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami kare-na perbuatan orang-orang yang sesat da-hulu?’ Dan Demikianlah Kami menjelas-kan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” [QS. al-A’rof (7): 172-174]
Syirik terbagi dalam dua macam, yaitu:
Perbedaan antara syirik akbar dan syirik ashghor:
Sumber:
Diambil dari Buletin As-Silmi Bogor
Artikel:
www.inilahfikih.com