KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
ILMU HIKMAH
Perbuatan syirik yang merebak pada saat ini di masyarakat Indonesia adalah ilmu hikmah. Pandangan masyarakat menyatakan bahwa orang yang mempelajari ilmu hikmah akan menjadi sakti mandraguna, kebal terhadap senjata tajam atau api, mampu mengobati berbagai penyakit, mampu berkomunikasi dengan makhluk halus, mampu menerawang nasib masa depan orang, dan berbagai kemampuan sakti yang lainnya.
Orang-orang yang ahli hikmah ini biasanya akan menawarkan jasa supranatural di berbagai media sosial. Merekapun menawarkan berbagai macam jimat, susuk, dan benda-benda pusaka. Mereka juga menawarkan transfer ilmu hikmah jarak jauh dengan mahar ratusan bahkan jutaan rupiah. Merekapun tak segan-segan membuka praktek pegobatan berkedok pengobatan alternatif. Mereka juga merekrut anggota untuk bergabung dengan perguruan yang didirikannya.
Ilmu hikmah termasuk bagian dari ilmu mengandung kesyirikan. Ilmu hikmah ini diharamkan oleh ajaran Islam. Tiga alasan ilmu hikmah dilarang dalam ajaran Islam adalah sebagai berikut;
Pertama, para ahli ilmu hikmah mengaku mengetahui perkara ghaib, seperti meramal masa depan. Padahal yang mengetahui perkara ghaib hanyalah Alloh semata. Tidak ada satupun di langit maupun di bumi yang mengetahui perkara ghaib selain Alloh Ta’ala. Bahkan, manusia pilihan dan paling dekat dengan Alloh Ta’ala, yaitu Nabi Muhamad Sholalohu ‘alaihi Wassalam tidak mengetahui perkara ghaib kecuali sebatas wahyu Alloh yang diberitakan kepadanya.
Alloh Ta’ala berfirman,
﴿قُلْ لَّا يَعْلَمُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ الْغَيْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗوَمَا يَشْعُرُوْنَ اَيَّانَ يُبْعَثُوْنَ ٦٥ ﴾
“Katakanlah:“Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Alloh”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. An-Naml: 65)
Kedua, para ahli ilmu hikmah menaati, menyembah, mengagungkan dan meminta perlindungan kepada jin. Kemudian ia mendapatkan kesenangan dengan dipenuhi dan tercapainya keinginannya dengan sebab bantuan dari para jin itu. Menaati, menyembah, mengagungkan dan minta perlindungan kepada jin termasuk bagian dari ibadah. Padahal, semua jenis ibadah itu harus ditujukkan kepada Alloh Ta’ala semata. Ketika ibadah itu ditujukkan kepada jin berarti mengandung kesyirikan.
Alloh Ta’ala berfirman, “Hai golongan jin (syaitan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia.” Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia: “Ya Rabb kami, sesungguhnya sebahagian dari pada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami.” Allah berfirman:
﴿ ۗقَالَ النَّارُ مَثْوٰىكُمْ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّ رَبَّكَ حَكِيْمٌ عَلِيْمٌ ١٢٨ ﴾
“Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)” (Qs. Al An’am: 128)
Jin memanfaat manusia dengan sesajian yang dipersembahkan oleh manusia untuk mereka. Sebaliknya manusia memanfaatkan jin dengan mendapatkan berbagai layanan istimewa yang diberikan oleh jin kepada para penyembahnya. (At Tamhid Syarah Kitab At Tauhid 374)
Ketiga, para ahli ilmu hikmah dalam mengobati berbagai penyakit yang diderita pasien menggunakan metode yang aneh. Misalnya; melalui air, dengan mengetahui nama dan ayah pasien kemudian ia menerawang dalam air untuk mengetahui penyakit sang pasien. Ini jelas termasuk kesyirikan.
Dari ketiga alasan tersebut semoga kita semakin jelas bahwa ilmu hikmah adalah ilmu yang dilarang dan benar-benar bukan dari ajaran Islam. Marilah kita tinggalkan ilmu hikmah tersebut sebab ilmu ini hanya menjerumuskan manusia ke jurang api nereka jahannam.