Ritual Sesajen Dalam Pandangan Islam

RITUAN SESAJEN

 Ritual sesajen biasanya berupa memberikan makanan atau kepala hewan kepada makhluk halus yang diletakkan pada tempat-tempat tertentu, seperti; gunung, laut, sumur, rumah, jembatan dan lain sebagainya. Mereka yang melakukan ritual ini bertujuan untuk mendapatkan keselamatan dan mencari perlindungan.

     Memberikan kurban seperti sesajen atau tumbal merupakan bagian dari ibadah. Segala macam bentuk ibadah wajib hanya ditujukkan kepada Alloh semata. Siapa saja yang memalingkan ibadah kepada selain Alloh, seperti; nabi, malaikat, jin, pohon, batu, Nyai Loro Kidul, Nyai Blorong, kuburan dan lain sebagainya, sungguh ia telah berbuat syirik.

    Alloh Ta’ala berfirman:

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ١٦٢ لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚوَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ ١٦٣

“Katakanlah, Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurbanku), hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).’” (QS. al-An’aam: 162-163).

     Alloh Ta’ala berfirman,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢

“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah. (QS. Al-Kausar: 2)
Artinya, berikhlaslah kamu untuk Dia dalam salat dan kurbanmu. Karena sesungguhnya orang-orang musyrik menyembah berhala dan menyembelih untuk berhala. Maka Allah memerintahkan kepada Nabi­-Nya agar membedakan diri dengan mereka dan menyimpang dari kebiasaan yang mereka lakukan, serta menghadapkan diri dengan seluruh tekad dan niat yang tulus dalam berikhlas kepada Alloh Ta’ala. (Tafsir Ibnu Katsir)

   Awas!! Ritual sesajen adalah termasuk jenis kesyirikan. Kesyirikan termasuk dosa sedangkan dosa akan mendatangkan murka Alloh Ta’ala yang bisa jadi datang berupa bencana atau ditahannya keberkahan pada penduduk tersebut.

    Alloh Ta’ala berfirman,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ٤١

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)

    Awass!! Siapa saja yang melakukan sesajen, niscaya ia akan dijauhkan dari rahmat Alloh Ta’ala.

Rosululloh Sholallohu ‘alaihi Wassalam bersabda, “Allah melaknat orang yang menyembelih (berkurban) untuk selain-Nya.” (HR. Muslim)

    Awas!! Alloh akan memasukkan orang yang melakukan sesajen ke jurang api neraka jahannam, jika ia belum bertaubat sebelum meninggal dunia.

   Rosululloh Sholallohu ‘alaihi Wassalam bersabda, “Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat dan ada yang masuk neraka karena seekor lalat pula.” Para sahabat bertanya: “Bagaimana itu bisa terjadi ya Rosululloh? Rasul menjawab: “Ada dua orang berjalan melewati sebuah kaum yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sesuatu untuknya terlebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu di antara kedua orang tadi: “Persembahkanlah sesuatu untuknya!” Ia menjawab: “Saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan”, mereka berkata lagi: “Persembahkan untuknya walaupun seekor lalat!” Maka iapun mempersembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka membiarkan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk ke dalam neraka. Kemudian mereka berkata lagi kepada seseorang yang lain: “Persembahkalah untuknya sesuatu!” Ia menjawab: “Aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk ke dalam surga” (HR. Ahmad).
Saudaraku…marilah kita tinggalkan sesajen. Janganlah melakukan ritual sesajen meskipun dengan mempersembahkan lalat. Sebab ritual sesajen akan mengakibatkan kesengsaraan abadi bagi pelakunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *