Mengambil Benda yang Jatuh dalam Kondisi Shalat

Mengambil Benda yang Jatuh dalam Kondisi Shalat

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin rahimahullah ditanya;

رجل في صلاة الظهر سقط منه منديل وهو قائم فانحنى ثم أخذ المنديل، فهل تبطل صلاته بهذه الحركة؟

Seseorang sedang shalat dzuhur sedangkan sapu tangan miliknya jatuh, lalu ia membungkukkan diri untuk mengambil sapu tangan tersebut, apakah gerakan ini membatalkan shalat?

الجواب:

نعم تبطل صلاته بهذه الحركة؛ لأنه إذا ركع انحنى حتى وصل إلى حد الركوع فقد زاد ركوعاً، لكن إن كان جاهلاً فلا شيء عليه؛ لعموم قوله تعالى: {رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا} [البقرة:٢٨٦] ولذلك لو سقط منك منديل أو مفتاح وأنت قائم تصلي، فدعه حتى تصل إليه عند السجود، أو خذه برجلك إن كنت تستطيع أن تقف على رجل واحدة، خذه برجلك واقبضه بيدك، أما أن ينحني الإنسان ويأخذه من الأرض انحناءً يكون إلى الركوع أقرب منه إلى القيام فهذا لا يجوز.

Jawaban:

Iya gerakan seperti ini membatalkan shalat, karena ketika ia membungkukkan diri hingga mendekati gerakan rukuk berarti ia telah menambah rukuk (dalam shalat), tetapi jika ia jahil terhadap hukum tidak batal shalatnya, berdasarkan keumuman ayat:

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَاۤ اِنۡ نَّسِيۡنَاۤ اَوۡ اَخۡطَاۡنَا

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. ” (QS. Al-Baqarah: 286)

Oleh karena itu jika sapu tangan atau kunci jatuh sedangkan engkau shalat, biarkan saja hingga engkau menggapainya saat posisi sujud, atau engkau ambil dengan kaki jika dirasa bisa berdiri dengan satu kaki, ambil dengan kaki lalu pegang dengan tangan. Adapun jika seseorang harus membungkuk mengambilnya di lantai (bawah) hingga menyamai pada posisi rukuk maka hal ini tidak diperbolehkan. [https://youtu.be/x66jit-5wSI?si=Zo6_Y4K78A2dF18Z]

Syaikh Yasir Burhami pernah ditanya tentang seseorang yang shalat dan kitab miliknya jatuh lalu ia membungkuk untuk mengambil kitab tersebut maka beliau menjawab:

فالأحوط أن تعيد هذه الصلاة

“untuk kehati-hatian hendaknya kamu mengulangi shalat”

Bagaimana jika membungkuk untuk menutup aurat yang tersingkap?

وهذا الانحناء الذي صدر منك، يعتبر من قبيل الفعل اليسير الذي لا يبطل الصلاة

Perbuatanmu yaitu membungkuk di kondisi ini termasuk perbuatan sedikit yang tidak membatalkan shalat [https://www.google.com/amp/s/www.islamweb.net/amp/ar/fatwa/338077/]

Bagaimana jika membungkuk untuk membunuh hewan yang membahayakan?

 لا بأس أن يقتل المصلي الحية والعقرب ولو احتاج إلى انحناء وحركة كثيرة ، وبعض العلماء يقيد ذلك بما إذا هاجمته

Tidak mengapa seseorang yang shalat membunuh ular dan kalajengking meski harus membungkukkan tubuh dan banyak bergerak. Sebagian ulama membatasi dalam perkara ini yaitu apabila binatang buas tersebut menyerang. [https://www.google.com/amp/s/islamqa.info/amp/ar/answers/244819]

Bagaimana jika membungkuk mengambil anak kecil yang menangis?

Kami belum mendapati uraian ulama tentang ini, apakah hukumnya sama atau tidak dengan hukum mengambil benda yang jatuh ketika shalat. Yang ada adalah para ulama membahas tentang apakah boleh membatalkan shalat ketika anak menangis. Sebagian ulama melarangnya;

ولا يجوز للمصلي أن يقطع صلاة الفريضة من غير عذر شرعي، وليس بكاء الصغير مسوغا يبيح قطع الفريضة

Tidak diperbolehkan membatalkan shalat tanpa udzur syar’i, anak menangis tidak termasuk alasan yang membolehkan membatalkan shalat. [https://www.google.com/amp/s/www.islamweb.net/amp/ar/fatwa/122972/]

Sebagian ulama membolehkannya;

فإن بكى الطفل وتعذَّر إسكاته من قبَل أبيه أو أمه في صلاة الجماعة، فيجوز أن يقطعا الصلاة لإسكاته خشيةً أن يكون بكاؤه من ضرر أصابه، وخشيةً من تضييع الصلاة على أهلها بالتشويش عليهم.

Apabila anak menangis dan tidak mendapatkan cara untuk menghentikannya dari pihak bapak dan ibunya dikala melaksanakan shalat berjamaah, maka diperbolehkan membatalkan shalat untuk menghentikan tangisnya, dikhawatirkan tangisannya menimbulkan bahaya. Dan dikhawatirkan pula membuat kegaduhan.

[https://www.google.com/amp/s/islamqa.info/amp/ar/answers/75005]

Wallahu A’lam

@Abul Fata Miftah Murod

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *